Dell akan melakukan gebrakan untuk sistem operasi open source. Jika sebelumnya selama beberapa tahun Dell selalu bermitra dengan Microsoft, kini Dell akan pindah ke lain hati.
Dell akan fokus ke segmen enterprise dengan dukungan Red Hat Linux. Langkah ini tentu saja menjadi pukulan berat bagi raksasa software asal Redmond, Microsoft. Pasalnya beberapa bulan lalu, Dell pernah mengumumkan bahwa pihaknya tidak akan pindah ke Linux. Dell menyatakan akan tetap menjadi mitra Microsoft.
Waktu mengubah segalanya. Dell memutuskan untuk hijrah ke Linux karena produk open source kian digandrungi banyak perusahaan. Baru-baru ini, Dell juga meningkatkan dukungan layanan untuk Linux (Red Hat), tanpa melibatkan distributor sistem operasi open source.
''Sebagai bagian dari layanan Dell, kami telah mengelola lebih dari 500 migrasi Unix ke Linux. Migrasi ini terus tumbuh dan tidak menyusut,'' ujar Jay Parker, Direktur Marketing Divisi PowerEdge Servers Dell di sebuah konferensi di Monte Carlo.
Lebih Lanjut, Parker menjelaskan bahwa pertumbuhan pasar Linux kian besar karena banyak pelanggan yang bermigrasi dari sistem proprietary Unix seperti AIX IBM atau Sun Solaris. Demikian dilansir detikINET dari softpedia, Senin (12/6/2006).
Melangkah ke Novell/SUSE Linux
Menurut Parker, pasar Linux terus tumbuh karena faktor reabilitas, kapabilitas dan dapat meminimasi biaya. Hal ini membuat pelanggan dua kali lebih puas. Hingga kini, Dell hanya fokus di Red Hat Linux. Namun Dell berencana 'melangkah' ke Novell/SUSE Linux.
''Saat ini kami sedang dalam proses melangkah ke Novell/SUSE Linux. Kami sedang melakukan sejumlah uji coba, validasi dan sertifikasi untuk Red Hat dan SUSE, serta menawarkan dukungan hardware dan sistem operasi ke pelanggan,'' jelas Parker. (dwn)
sumber : detik |